Humanistik adalah aliran dalam psikologi yang muncul
tahun 1950an sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan psikoanalis. Aliran ini
secara eksplisit memberikan perhatian pada dimensi manusia dari psikologi dan
konteks manusia dalam pengembangan teori psikologis.
2. Definisi Psikologi Humanistik
Psikologi humanistik adalah pendekatan psikologi
yang menekankan kehendak bebas, pertumbuhan pribadi, kegembiraan, kemampuan
untuk pulih kembali setelah mengalami ketidakbahagiaan, serta keberhasilan
dalam merealisasikan potensi manusia. Tujuan psikologi humanis adalah membantu
manusia mengekspresikan dirinya secara kreatif dan merealisasikan potensinya
secara utuh. Pencetus psikologi humanistik adalah Abraham Maslow.
3. Ciri-ciri Psikologi Humanistik
Psikologi humanistik dapat dimengerti dari tiga ciri
utama, yaitu:
a.
Psikologi humanis
menawarkan suatu nilai yang baru sebagai pendekatan untuk memahami sifat dan
keadaan manusia
b.
Psikologi humanis
menawarkan pengetahuan yang luas akan kaedah penyelidikan dalam bidang tingkah
laku manusia
c.
Psikologi humanis
menawarkan metode yang lebih luas akan kaedah-kaedah yang lebih efektif dalam
pelaksanaan psikoterapi
4. Jenis-jenis Terapi Humanistik
Jenis-jenis terapi humanistik yang akan dipelajari
lebih mendalam adalah:
a.
Person centred therapy (Carl R. Rogers)
b.
Gestalt therapy (Eric
Berne)
c.
Rational-emotive therapy (Albert Ellis)
d.
Logotherapy (Victor
Frankl)
e.
Existensial analysis (Rollo May, James F.T Bugental)
f.
Terapi kelompok
dengan pendekatan humanistik
5 5. Studi Kasus
Tapasya seorang karyawan muda yang berusia 23 tahun.
Saat ini dia sedang merasakan kekhawatiran karena dia akan dilamar oleh pemuda
pilihan orang tuanya. Mereka sebelumnya pernah ketemu di beberapa kesempatan. Menurutnya
pemuda itu pria yang berakhlak dan tanggung jawab, pria tersebut bekerja
sebagai menajer di salah satu mall di kawasan Jakarta. Tapasya menjadi ragu
untuk menghadapi lamaran tersebut karena selama ini dia tidak pernah memiliki
teman pria yang spesial atau bisa disebut pacar. Karena saat SMA dia memiliki
teman laki-laki yang sudah meninggal karena kecelakaan motor dari pulang
sekolah. Karena kejadian tersebut, perasaannya menjadi asing, dia ingin
memberikan kepercayaan namun sangat sulit baginya. Tapasya selalu terbayang
bahawa dia bisa saja kehilangan lagi orang yang dikasihi, namun disisi lain
Tapasya merasa kesepian dan embutuhkan seorang pendamping. Kejadian tersebut
mumbuat Tapasya bingung dan akhirnya memutuskan untuk menemui konselor
Proses Konseling:
Terapi
ini menggunakan eksistensial humanistik. Konselor memahami klien untuk
menyadari keberadaannya dalam dunia. Memberikan kesempatan kepada klien untuk
mengungkapkan perasaan-perasaannya secara bebas. Selanjutnya konselor akan
memberikan reaksi-reaksi pribadi dalam kaiyan dengan apa yang diungkapkan oleh
klien. Konselor terlibat dalam sejumlah pernyataan yang relevan dan pantas
tentang pengalaman klien, dimana pada klien merasakan kesepian dan kekhawatiran
kehilangan kembali orang yang dicintainya. Selanjutnya konselor memberi
pemahaman tentang setiap manusia akan meninggalkan dunianya. Dan klien akan
berjuang untuk mentapkan kehidupannya di dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar