Rabu, 15 Juni 2016

PSIKOTERAPI PENDEKATAN HUMANISTIK




1.      Sejarah Humanistik
Humanistik adalah aliran dalam psikologi yang muncul tahun 1950an sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan psikoanalis. Aliran ini secara eksplisit memberikan perhatian pada dimensi manusia dari psikologi dan konteks manusia dalam pengembangan teori psikologis.
      2.      Definisi Psikologi Humanistik
Psikologi humanistik adalah pendekatan psikologi yang menekankan kehendak bebas, pertumbuhan pribadi, kegembiraan, kemampuan untuk pulih kembali setelah mengalami ketidakbahagiaan, serta keberhasilan dalam merealisasikan potensi manusia. Tujuan psikologi humanis adalah membantu manusia mengekspresikan dirinya secara kreatif dan merealisasikan potensinya secara utuh. Pencetus psikologi humanistik adalah Abraham Maslow.
      3.      Ciri-ciri Psikologi Humanistik
Psikologi humanistik dapat dimengerti dari tiga ciri utama, yaitu:
a.    Psikologi humanis menawarkan suatu nilai yang baru sebagai pendekatan untuk memahami sifat dan keadaan manusia
b.    Psikologi humanis menawarkan pengetahuan yang luas akan kaedah penyelidikan dalam bidang tingkah laku manusia
c.    Psikologi humanis menawarkan metode yang lebih luas akan kaedah-kaedah yang lebih efektif dalam pelaksanaan psikoterapi
      4.      Jenis-jenis Terapi Humanistik
Jenis-jenis terapi humanistik yang akan dipelajari lebih mendalam adalah:
a.       Person centred therapy (Carl R. Rogers)
b.      Gestalt therapy (Eric Berne)
c.       Rational-emotive therapy (Albert Ellis)
d.      Logotherapy (Victor Frankl)
e.       Existensial analysis (Rollo May, James F.T Bugental)
f.       Terapi kelompok dengan pendekatan humanistik

5    5.      Studi Kasus
Tapasya seorang karyawan muda yang berusia 23 tahun. Saat ini dia sedang merasakan kekhawatiran karena dia akan dilamar oleh pemuda pilihan orang tuanya. Mereka sebelumnya pernah ketemu di beberapa kesempatan. Menurutnya pemuda itu pria yang berakhlak dan tanggung jawab, pria tersebut bekerja sebagai menajer di salah satu mall di kawasan Jakarta. Tapasya menjadi ragu untuk menghadapi lamaran tersebut karena selama ini dia tidak pernah memiliki teman pria yang spesial atau bisa disebut pacar. Karena saat SMA dia memiliki teman laki-laki yang sudah meninggal karena kecelakaan motor dari pulang sekolah. Karena kejadian tersebut, perasaannya menjadi asing, dia ingin memberikan kepercayaan namun sangat sulit baginya. Tapasya selalu terbayang bahawa dia bisa saja kehilangan lagi orang yang dikasihi, namun disisi lain Tapasya merasa kesepian dan embutuhkan seorang pendamping. Kejadian tersebut mumbuat Tapasya bingung dan akhirnya memutuskan untuk menemui konselor
Proses Konseling:
Terapi ini menggunakan eksistensial humanistik. Konselor memahami klien untuk menyadari keberadaannya dalam dunia. Memberikan kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaan-perasaannya secara bebas. Selanjutnya konselor akan memberikan reaksi-reaksi pribadi dalam kaiyan dengan apa yang diungkapkan oleh klien. Konselor terlibat dalam sejumlah pernyataan yang relevan dan pantas tentang pengalaman klien, dimana pada klien merasakan kesepian dan kekhawatiran kehilangan kembali orang yang dicintainya. Selanjutnya konselor memberi pemahaman tentang setiap manusia akan meninggalkan dunianya. Dan klien akan berjuang untuk mentapkan kehidupannya di dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar