I.
PEMBAHASAN
A.
Definisi
Hubungan
timbal balik antar individu dalam konteks organisasi, dimana terdapat jaringan
pesan antara satu dengan yang lain, sertaadanya saling kebergantungan antara
anggota organisasi tersebut.
Menurut
Frank Jefkinse mengatakan bahwa komunikasi organisasi terdiri atas semua
bentuk-bentuk komunikasi yang direncanakan, ke arah luar dan ke arah dalam,
antarasebuah organisasi dan publiknya karena tujuan dari pencapaian sasaran
tertentu engenai pemahaman.
B.
Aspek Komunikasi
Organisasi
Menurut
Pace dan Faules (2002:553) mengatakan komunikasi organisasi meliputi
aspek-aspek, yaitu:
a.
Peristiwa komunikasi.
Berkaitan dengan seberapa jauh informasi ditampilkan dan disebarkan keseluruh
bagian organisasi,
b.
Iklim komunikasi
organisasi. Iklim organiasi terdiri dari persepsi-persepsi atau unsur-unsur
organisasi dan pengaruh unsur-unsur tersebut terhadap komunikasi.
c.
Kepuasan komunikasi
organisasi. Kepuasan komunikasi digunakan untuk menyatakan keseluruhan tingkat
kepuasan yang dirasakan pegawai dalam lingkungan total kounikasinya.
C.
Faktor Yang
Mepengaruhi
1.
Saluran komunikasi
formal
2.
Struktur wewenang
organisasi
3.
Spesialisasi jabatan
4.
Pemilikan informasi
5.
Saluran komunikasi
6.
Komunikasi vertical
7.
Komunikasi
lateral
8.
Komunikasi diagonal
9.
Peranan informasi
informal
D.
Tipe Komunikasi
1.
Tipe komunikasi
dengan diri sendiri
Proses komunikasi yang
terjadi di dalam diri individu atau berkomunikasi dengan dirinya sendiri
2.
Tipe komunikasi
antarpribadi
Proses komunikasi yang
berlangsung antar dua orang atau lebih secara tatap muka.
3.
Tipe komunikasi public
Proses komunikasi yang
dimana pesan-pesan disampaikan oleh pembicara dalam situasi tatap muka di depan
khalayak yang lebih besar.
4.
Tipe komunikasi
massa
Proses komunikasi yang
berlangsung dimana pesannya dikirim dari sumber yang melembaga kepada khalayak
yang sifatnya massa melalui alat-alat yang bersifat mekanis
E.
Proses Komunikasi
Dalam
proses komunikasi yang cerdas senantiasa terjadi dialog, yang kemudian akan
menghasilkan respons, baik dalam bentuk proses langsung. Melalui dialog
interaktif, aspirasi kedua belah pihak dapat disampaikan secara langsung, adil,
dan proposional sehingga dicapai situasi dimana saling memahami.
F.
Hambatan
·
Hambatan-hambatan
organisasional
·
Hambatan-hambatan
antar pribadi
·
Pendengaran lemah
·
Semakin besar
organisasi semakin sulit effiisensi komunikasi
·
Tidak adanya
konsistensi komunikasi
Sumber : Hafied
Cangara, 2004. Pengantar ilmu komunikasi.
Jakarta: Penerbit Raja Grafindo
Persada.
Amar Suteja. Diunduh Selasa,
26 Januari 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar