Hai.. Bagi kalian teman-teman yang kesulitan mengoperasikan Ms Excel terutama bagaimana cara untuk mengurutkan data. Satunya cara dengan menggunakan "Sort and Filter". Nah biar lebih tau lengkapnya saksikan video tutorial singkatnya. Semoga bermanfaat :D (sorry kalo bad quality)
Sabtu, 21 Januari 2017
Selasa, 10 Januari 2017
Analisa Alat Tes Psikologi RMIB (Rothwell Miller Interest Blank)
Latar Belakang Alat Tes RMIB
Tes RMIB (Rothwell Miller Interest Blank) disusun oleh Rothwell pertama kali pada tahun 1947. saat itu tes hanya memiliki 9 jenis kategori dari jenis-jenis pekerjaan yang ada. kemudian pada tahun 1958, tes diperluas dari 9 kategori menjadi 12 kategori oleh Kenneth Miller. dan sejak itu, maka tes interest tersebut sebagai Test Interest.
MATERIAL TES RMIB
Tes interest Rothwell-miller merupakan suatu formulir yang berisikan suatu daftar pekerjaan
yang disusun menjadi 9 kelompok dengan kode huruf dari A sampai I dan dibedakan antara pria dan
wanita. Masing-masing kelompok pekerjaan tertentu dengan alas an bahwa banyak pekerjaan yang
dapat digolongkan menjadi satu jenis kategori.
Adapun ke 12 kategori tersebut adalah :
1. Outdoor
Pekerjaan yang aktifitasnya dilakukan diluar atau di lapanagn terbuka.
Untuk laki-laki : petani, juru ukur, nelayan, supir.
Untuk wanita : ahli pertamanan, peternak, petani bunga dan tukang kebun
2. Mechanical
Pekerjaan yang berhubungan dengan mesin, alat-alat dan daya mekanik.
Untuk laki-laki : insinyur sipil, montir, pembuat arloji, tukang las.
Untuk wanita : ahli kacamata, petugas mesin sulam, ahli reparasi permata, ahli reparasi jam.
3. Computational
Pekerjaan yang berhubungan dengan angka-angka.
Untuk laki-laki : akuntan, auditor, kasir, petugas pajak.
Untuk wanita : pegawai urusan gaji, juru bayar, pegawai pajak, guru ilmu pasti.
4. Scientific
Pekerjaan yang dapat disebut sebagai keaktifan dalam hal analisa dan penyelidikan, eksperimen, kimia dan ilmu pengetahuan pada umumnya.
Untuk laki-laki : ilmuwan, ahli biologi, ahli astronomi dan insinyur kimia industri
Untuk wanita : ilmiahwati,ahli biologi, ahli pertanian, ahli botani, ahli astronomi, asisten laboratorium
5. Personal Contact
Pekerjaan yang berhubungan dengan manusia, diskusi, membujuk, bergaul dengan orang lain. Pada dasarnya adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan kontak dengan orang lain.
Untuk laki-laki : penyiar radio, petugas wawancara, sales asuransi, pedagang keliling.
Untuk wanita : sales girl, pegawai rumah mode, penyiar radio, petugas humas.
6. Aesthetic
Pekerjaan yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat seni dan menciptakan sesuatu.
Untuk laki-laki : seniman, artis, arsitek, decorator, fotografer dan piñata panggung
Untuk wanita : seniwati, guru kesenian, artis, piñata panggung
7. Literary
Pekerjaan yang berhubungan dengan buku-buku, kegiatan membaca dan mengarang.
Untuk laki-laki : wartawan, pengarang, penulis scenario, ahli perpustakaan, penulis majalah.
Untuk wanita : wartawan, kritikus buku, penyair, penulis sandiwara radio.
8. Musical
Minat memainkan alat-alat music atau untuk mendengarkan orang lain, bernyanyi atau membaca sesuatu yang berhubungan musik
Untuk laki-laki : pianis konser, komponis, pemain organ, ahli pustaka dan pramuniaga toko musik.
Untuk wanita : pemain organ, guru music, komponis, pianis konser, pramuniaga toko music.
9. Social service
Minat terhadap kesejahteraan penduduk dengan keinginan untuk menolong dan membimbing atau menasehati tentang problem dan kesulitan mereka. Keinginan untuk mengerti orang lain, dan mempunyai ide yang besar atau kuat tentang pelayanan.
Untuk laki-laki : guru SD, psikolog pendidikan, kepala sekolah, penyebar agama, petugas palang merah.
Untuk wanita : guru SD, psikolog pendidikan, petugas kesejahteraan social, ahli penyuluh jabatan, petughas palang merah.
10. Clerical
Minat terhadap tugas-tugas rutin yang menuntut ketepatan dan ketelitian.
Untuk laki-laki : manajer bank, petugas arsip, petugas pengiriman barang, pegawai kantor, petugas pos, petugas ekspedisi(surat).
Untuk wanita : sekertaris pribadi, juru ketik, penulis steno, pegawai kantor, penyusun arsip.
11. Practical
Minat terhadap pekerjaan-pekerjaan yang praktis, karya pertukangan, dan yang memerlukan keterampilan.
Untuk laki-laki : tukang kayu, ahli bangunan, ahli mebel, tukang cat, tukan batu, tukang sepatu.
Untuk wanita : ahli penata rambut, tukang bungkus coklat, tukang binatu, penjahit, petugas mesin sulam, juru masak.
12. Medical
Minat terhadap pengobatan, mengurangi akibat dari penyakit, penyembuhan, dan di dalam bidang medis, serta terhadap hal-hal biologis pada umumnya.
Untuk laki-laki : dokter, ahli bedah, dokter hewan, ahli farmasi, dokter gigi, ahli kacamata, ahli rontgen.
Untuk wanita : dokter, ahli bedah, dokter hewan, pelatih rehabilitasi pasien, perawat orang tua.
Analisa Alat Test RMIB
Test RMIB (Rothwell Miller Interest Blank) merupakan salah satu tes dengan tujuan untuk mengukur interest seseorang berdasarkan sikap seseorang terhadap suatu pekerjaan, hal yang didasarkan atas ide-ide stereotype terhadap pekerjaan yang bersangkutan.
Analisa Test RMIB Manual
Test RMIB yang dilakukan secara manual dikerjakan didalam suatu ruangan tertentu dengan waktu tertentu dan pengawasan lansung dari penguji, adapun kelebihan dan kekurangan test RMIB yang dilakukan secara manual adalah sebagai berikut
Kelebihan
· Dapat diawasi lansung oleh penguji
· Meminimalisari manipulasi ataupun kecurangan
· Dapat dijelaskan secara merinci karna lansung betatap muka dengan penguji
Kekurangan
· Pemerikasaan membutuhkan waktu yang lama
· Pemeriksaan membutuhkan ketelitian
· Membutuhkan tempat khusus
· Menggunakan bahan kertas yang banyak
Analisa Test RMIB Digital
Test RMIB yang dilakukan secara Digital dapat dikerjakan dimanapun, baik secara online ataupun penyediaan computer. Adapun kelebihan dan kekurangan dari test RMIB digital adalah sebagia berikut
Kelebihan
· Waktu dan tempat lebih efektif dan efisien
· Proses pemeriksaan dapat lansung menemukan hasil karna telah diprogram sistem
· Menghemat penggunaan kertas dalam pengerjaan
Kekurangan
· Manipulasi dalam pengerjaan masih beresiko tinggi
· Masih rentan dengan kerusakan sistem
· Masih sulit dimengerti
Analisis Jurnal
SISTEM INFORMASI
PSIKOLOGI
Evaluasi Kesesuaian Model Keperilakuan Dalam
Penggunaan Teknologi Sistem Informasi Di Indonesia
Penyusun :
1.
Adam Aditya
Malik (10513106)
2.
Eka Nanda
Safitri (12513810)
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS PSIKOLOGI
2016
ANALISIS PAPER
a.
Rangkuman Isi
Paper
Sistem informasi (SI) adalah sistem
didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi
harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari
suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan
yang dibutuhkan (Hutahaean, 2014)
Keperilakuan merupakan tanggapan atau
reaksi individu terhadap rangsangan atau lingkungan. Tanggapan atau reaksi
individu dapat bersifat mendukung atau menentang rangsangan tersebut. Teknologi
Sistem Informasi (TSI) merupakan alat yang terdiri dari seperangkat komponen
yang terkait dengan informasi dalam rangka mendukung pembuatan keputusan dan
pengawasan dalam organisasi.
Keperilakuan dalam penggunaan TSI
merupakan tanggapan atau reaksi individu terhadap seperangkat komponen yang
terkait dengan informasi untuk mendukung pembuatan keputusan dan pengawasan
dalam organisasi. Terkait dengan TSI, maka pembahasan lebih di fokuskan pada
pendekatan perilaku dengan berbagai model serta evaluasi kesesuaian model
tersebut sehingga TSI mempunyai manfaat pada individu dan organisasi. Adapun
beberapa model dan evaluasi kesesuaian model tersebut adalah sebagai berikut :
1)
Theory
of Reasoned Action (TRA)
TRA
lebih bertumpu pada perilaku individu dalam penggunaan dan pemanfaatan TSI.
Adanya kebersamaan perilaku individu yang mendukung pemanfaatan dan penggunaan
TSI, maka akan mendorong perilaku organisasi yang optimal dalam peningkatan
kinerjanya.
2)
Theory
Planned Behavior (TPB)
Inti
dari model TPB adanya unsur kontrol perilaku yang dirasakan dalam mempengaruhi
perilaku sebagai faktor tambahan yang mempengaruhi niat konsumen untuk
menggunakan TSI
3)
Technology
Acceptance Model (TAM)
Model
penerimaaan Individu terhadap TSI yang baru. Dalam TAM, kemudahan penggunaan
dan kegunaan dipercaya bahwa sikap yang pada akhirnya menjadi niat perilaku
untuk menggunakannya.
4)
Model Task-Technology
Fit (TTF)
Model
ini merupakan korespondensi antara kebutuhan tugas, kemampuan individual dan
fungsi-fungsi teknologi dalam sistem informasi dalam organisasi
5)
Technology
to Performance Chain (TPC)
Merupakan
model rantai kinerja teknologi dimana TSI merupakan suatu rantai aktivitas yang
meningkatkan kinerja individu dan organisasi.
6)
Model Konsep Kepercayaan
Kepercayaan
telah digambarkan sebagaisuatu tindakan kognitif (bentuk pendapat atau prediksi
bahwa sesuatu akan terjadi atau orang akan berperilaku dalam cara tertentu),
afektif (masalah perasaan atau konatif) berupa masalah pilihan atau keinginan.
Bentuk pendapat atau prediksi akan mempengaruhi kepercayaannya pada orang lain
yang akan mempengaruhi perilakunya dan berdampak pada kinerja organisasi.
7)
Psychological
Attachment Model (PAM)
Model
ini dikenal dengan tiga unsur pokok model, yakni internalisasi, identifikasi
dan kepatuhan. Internalisasi dan identifikasi merupakan suatu yang mempengaruhi
yang berasal dari dalam, sedangkan kepatuhan merupakan sesuatu yang
mempengaruhi yang berasal dari luar.
8)
Model DeLone dan McLean
Model
ini menemukan kesuksesan sebuah SI dapat direpresentasikan oleh karakteristik
kualitatif dari SI itu sendiri (system
quality), kualitas output dari SI (information
quality), konsumsi terhadap output (use),
respon penggunaan terhadap SI (user
statifaction), pengaruh SI terhadap kebiasaan pengguna (individual impact), dan pengaruhnya
terhadap kinerja organisasi (organization
impact).
b.
Kelebihan Paper
Teknologi Sistem Informasi (TSI) dapat
meningkatkan kinerja individu. kepercayaan individu tumbuh pada teknologi,
apabila keinginan individu tersebut terpenuhi sesuai dengan pilihannya. Teknik
ini melibatkan pemimpin puncak, relasi, lingkup kerja, dan sebagainnya yang
mempengaruhi motivasi TSI tersebut.
c.
Kekurangan Paper
Hal itu semua kembali pada niat dari
perilaku penggunaan TSI tersebut. Dikarenakan, niat dan perilaku normatif
berperan besar di teknik ini. Teknik ini hanya pendukung untuk mengoptimalkan
kinerja.
DAFTAR ISI
Hamzah,A. 2009., Evaluasi kesesuaian model
keperilakuan dalam penggunaan teknologi sistem informasi di Indonesia., Aplikasi teknologi informasi., ISSN:
1907-5033. D-15, D-20.
Hutahean,J. 2014. Konsep sistem informasi. Yogyakarta: Penerbit Deepublish
Langganan:
Komentar (Atom)
