Selasa, 22 Desember 2015

makalah psikologi management

Makalah Psikologi Manajemen
Sumber Daya Manusia


Eka Nanda Safitri (12513810)

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DESEMBER 2015




                                                                                                                                     i.            Definisi Sumber Daya Manusia

Menurut Sonny Sumarsono, sumber daya manusia atau human recources mengandung dua pengertian. Pertama, adalah usaha kerja atau jasa yang dapat diberikan dalam proses produksi. Dalam hal lain SDM mencerminkan kualitas usaha yang diberikan oleh seseorang dalam waktu tertentu untuk menghasilkan barang dan jasa. Pengertian kedua, SDM menyangkut manusia yang mampu bekerja untuk memberikan jasa atau usaha kerja tersebut. Mampu bekerja berarti mampu melakukan kegiatan yang mempunyai kegiatan ekonomis, yaitu bahwa kegiatan tersebut menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan atau masyarakat.
Kemudian menurut Mathis dan Jackson SDM adalah rancangan sistem-sistem formal dalam sebuah organisasi untuk memastikan penggunaan bakat manusia secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan organisasi. Demikian pula menurut The Chartered Institute of Personel and Development (CIPD). Sumber daya manusia dinyatakan sebagai strategi perancangan, pelaksanaan dan pemeliharaan untuk mengelola manusia untuk kinerja usaha yang optimal termasuk kebijakan pengembangan dan proses untuk mendukung strategi.



                                                                                                    ii.            Hal Yang Dipelajari Dalam Sumber Daya Manusia

Sebagai ilmu, SDM dipelajari dalam manajemen sumber daya manusia (MSDM). Dalam bidang ilmu ini, terjadi sintesa antara ilmu manajemen dan psikologi. Mengingat struktur SDM dalam industri-organisasi dipelajari oleh ilmu manajemen, sementara manusianya sebagai subjek pelaku adalah bidang kajian ilmu psikologi.
1.      Macam-macam sumber daya manusia
·         Manusia sebagai sumber daya fisik
Dengan energi yang tersimpan dalam ototnya manusia dapat bekerja dalam berbagai bidang, antara lain: bidang perindustrian, transportasi, perkebunan, perikanan, perhutanan dan peternakan.
·         Manusia sebagai sumber daya mental
Kemampuan berpikir manusia merupakan suatu sumber daya alam yang sangat penting, karena berpikir merupakan landasan utama bagi kebudayaan. Manusia sebagai makhluk hidup berbudaya, mampu mengolah sumber daya alam untuk kepentingan hidupnya dan mampu mengubah keadaan sumber daya alam berkat kemajuan ilmu dan teknologinya.
2.      Perkembangan sumber daya manusia
Untuk pendidikan dan pelatihan ini langkah awalnya perlu dilakukan analisis kebutuhan atau need assesment, yang menyangkut tiga aspek, yaitu :
1)      Analisis Organisasi, untuk menjawab pertanyaan : “bagaimana organisasi melakukan pelatihan bagi pekerjaannya”
2)      Analisis Pekerjaan, dengan pertanyaan : “Apa yang harus diajarkan atau dilatihkan agar pekerja mampu melaksanakan tugas atau pekerjaannya”
3)      Analisis Pribadi, menekankan “Siapa membutuhkan pendidikan dan pelatihan apa”. Hasil analisis ketiga aspek tersebut dapat memberikan gambaran tingkat kemampuan atau kinerja pegawai yang ada di organisasi tersebut.


3.      Pemanfaatan sumber tenaga kerja dan kompensasi
Program kompensasi karyawan dirancang:
1)      Menarik karyawan yang cakap ke dalam organisasi.
2)      Memotivasi karyawan mencapai prestasi unggul.
3)      Mencapai masa dinas yang panjang
Sesuai fungsinya didalam perusahaan ada dua macam tenaga kerja:
1)      Tenaga Eksekutif, mengambil keputusan dan melaksanakan fungsi organisasi manajemen.
2)      Tenaga Operatif, tenaga terampil menguasai pekerjaan sehingga tugas dapat dilaksanakan dengan baik. Ada tiga tenaga terampil”
-        Tenaga terampil (skilled labor)
-        Tenaga setengah terampil (semi skilled labor)
-        Tenaga tidak terampil (unskilled labor)
4.      Hubungan perburuhan
Hubungan perburuhan dalam pancasila adalah hubungan antara unsur-unsur dalam produksi yaitu buruh, pengusaha dan pemerintah yang didasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Dengan demikian, inti dari pola hubungan perburuhan Pancasila adalah bahwa setiap perselisihan perburuhan yang terjadi harus diupayakan diselesaikan melalui musyawarah untuk mufakat. Bila terjadi ketidaksepakatan, buruh punya senjata yang dapat digunakan:
a.       Boikot
b.      Pemogokan
c.       Penghasutan
d.      Memperlambat kerja
5.      Perserikatan saat ini
Tipe-tipe serikat karyawan:
a.       Craft Unions. Anggotanya adalah karyawan yang punya keterampilan yang sama. Seperti tukang kayu.
b.      Industrial Unions. Dibentuk berdasarkan lokasi pekerjaan yang sama. Serikat ini terdiri pekerja tidak berketerampilan maupun berketerampilan dalam perusahaan atau industri tertentu.
c.       Mixed Unions. Mencakup pekerja terampil, tidak terampil dan setengan terampil dari suatu lokal tertentu tidak memandang dari industri mana.
6.      Hukum-hukum yang mengatur hubungan antar tenaga kerja dengan manajer
Ada tiga perjanjian kerja bersama, yaitu:
a.       Closed Shop Agreement
Hanya berlaku bagi pekerja yang telah bergabung menjadi anggota serikat (persatuan)
b.      Union Shop Agreement
Mengharuskan para pekerja untuk menjadi anggota serikat untuk perode waktu tertentu
c.       Open Shop Ageement
Memberikan kebebasan pekerja untuk menjadi atau tidak anggota serikat kerja
7.      Bagaimana serikat pekerja diorganisasikan dan disahkan
Bahwa berdasaran UU No 21 Tahun 2000 tentang serikat pekerja/serikat buruh ditetapkan bahwa “serikat pekerja/ serikat buruh adalah organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja/buruh baik di perusahaan maupun diluar perusahaan, yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab guna memperjuangkan, membela serta melindungi hak kepentingan pekerja/buruh serta meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya”.
Bahwa berdasarkan UU No 21 Tahun 2000 maka dapat diuraikan unsur-unsur serikat pekerja/serikat buruh adalah sebagai berikut:
·         Serikat pekerja/serikat buruh adalah organisasi
·         Serikat pekerja/serikat buruh dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja/buruh baik di perusahaan maupun di luar perusahaan
·         Serikat pekerja/serikat buruh bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab
·         Serikat pekerja/serikat buruh dibentuk guna memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja/buruh serta meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya.



                                                                                                                iii.            Perbedaan Antara PSDM Dengan MSDM

a.       Pengertian PSDM
Andrew E. Sikula mengemukakan bahwa perencanaan sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerja didefinisakan sebagai proses menentukan kebutuhan tenaga kerja dan berarti mempertemukan kebutuhan tersebut agar pelaksananya berinteraksi dengan rencana organisasi
b.      Pengertian MSDM
Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi  atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.
c.       Perbedaan PSDM v MSDM
·         Manajemen Sumber Daya Manusia bersifat proaktif daripada PSDM
·         PSDM lebih reaktif
·         MSDM mencakup sistem lebih luas daripada PSDM yang harus dari bagian per bagian
·         MSDM memperlakukan pekerja sebagai modal sosial daripada PSDM yang hanya sebagai biaya variabel
·         MSDM lebih berorientasi pada tujuan sedangkan PSDM membutuhkan hasil
·         MSDM pendekatannya secara modern sedangkan PSDM secara klasik
·         MSDM menganggap bahwa karyawan adalah asset (kekayaan) utama organisasi, jadi harus dipelihara dengan baik. PSDM adalah menganggap karyawan adalah faktor produksi, jadi harus dimanfaatkan secara produktif
·         MSDM dikaji secara makro, sedangkan PSDM dikaji secara mikro



                                                                                                                                                           iv.            Daftar Pustaka

Samsudin., sadili. Manajemen sumber daya manusia. Bandung: Pustaka
Widyatmini. 1996. Pengantar bisnis. Depok: Gunadarma

humancapitaljournal.com., diunduh 22 Desember 2015