Selasa, 28 April 2015

Fenomena Stres Pada Wanita dan Hubungan Antara Kesehatan Mental dengan Kecerdasan Emosional

Teori yang berkaitan dengan stress

Mengutip pengertian stress dari Handoko (1993), stres merupakan suatu kondisi
ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang. 
Kondisi yang cenderung menyebabkan stres disebut stressor.

Penyebab stress
Penyebab stress berbeda dan biasanya berlangsung lebih lama. 
Menurut ilmu psikologi, peringkat teratas dari 10 
penyebab stres adalah penyakit serius, kematian dan perceraian. 
Namun, tubuh juga bereaksi terhadap masalah yang lebih ringan 
dan sering muncul, seperti masalah keuangan, tenggat perkerjaan, 
kerumunan orang, kebisingan dan kemacetan. 
Bahkan perubahan temperatur dan polusi lingkungan dapat mengakibatkan reaksi tubuh. 


Ø Penyebab stres pada wanita
Berkaitan dengan adanya ketidaksinambungan kimiawi dalam otak 
membuat sel-sel jaringan otak kesulitan berkomunikasi satu dengan lainnya. 
Ketidaksinambungan itu dapat dipicu oleh ketegangan atau stres dalam peristiwa sehari-hari. 

Analisis Fenomena stres pada wanita
Stressor atau yang lebih dikenal dengan penyebab stress pada wanita 
sangat beragam. Mulai dari masalah pada sirkulasi haid sampai masalah 
pekerjaan. Maka dari itu wanita rentan sekali mengalami stress. 
Salah satu stress pada wanita adalah stres pasca melahirkan. 
Banyak wanita yang sudah melahirkan mengalami syndrom "Baby Blues". 
Hal ini merupakan suatu bentuk reaksi yang normal dalam beberapa minggu 
setelah proses persalinan. Namun, terkadang ada juga wanita yang mengalami 
masalah depresi setelah melahirkan dengan kasus lebih parah yang terjadi karenanaik atau turunnya hormon dengan sangat drastis. 
Kondisi yang seperti ini dinamai dengan Postpartum Depression.

Hubungan Antara Kesehatan Mental dengan Kecerdasan Emosional

Kecerdasan Emosional
Penelitian menunjukan bahwa kecerdasan kognitif hanya berpengaruh 
sebesar 20% sajapada keberhasilan seseorang, sedangkan sisanya tergantung 
pada kecerdasan emosionalnya. Pengelolaan emosi dimaksudkan 
untuk meningkatkan kecerdasan emosi, karena unsur-unsur yang diperlukan dalam pengendalian 
emosi inilah yang terpenting. 

Kesehatan Mental 
Ketidakmampuan seseorang dalam mengekspresikan emosinya dapat 
berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental. Emosi yang dipendam dapat 
membuat diri Anda merasa tertekan dan terbebani sehingga menyebabkan 
keluhan-keluhan fisik maupun mental. 
Kecerdasaan emosi ini sebaiknya dilatih sedini mungkin sebelum 
mengembangkan kebiasaan buruk dan merugikan dirinya. 
Kemampuan mengekspresikan emosi dengan baik berdampak positif 
pada kesehatan fisik dan mental. Anda juga merasa puas dan nyaman 
sehingga berdampak positif terhadap kesehatan fisik dan mental Anda.

Sumber 
Umar, Husein., 1998., Riset Sumber Daya Manusia., Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Perretta, Lorraine., Makanan Untuk Otak., Esensi
Mulyadi, Seto., 2004., Seri Cerdas Emosi.,  Jakarta: Penerbit Erlangga